Covid - 19

 

30 November -0001

 

SOP PEMBELAJARAN TATAP MUKA (PTM) MASA PANDEMI

1. PTM ini dapat dihentikan sementara jika sekolah menjadi cluster penularan Covid-19 atau mengikuti kebijakan dari pemerintah yang berlaku.

2. Yang dimaksud dengan sekolah menjadi cluster penularan Covid-19 adalah jika warga sekolah positif Covid sebanyak 5% dalam waktu relatif bersamaan karena tertular dari 1 kasus positif di sekolah (mengacu dari SKB 4 menteri 11 Mei 2022 dan penjelasan dari pihak Puskesmas Binong).

3. Siswa tidak diizinkan masuk sekolah jika  menunjukkan gejala sakit (mulai dari gejala ringan) seperti: demam, batuk, flu, sakit kepala, muntah, mencret, dst. Siswa sebaiknya beristirahat dan memulihkan diri di rumah sampai sehat. 

Jika siswa sudah tidak ada gejala dan hasil tes covid-19 negatif (boleh swab mandiri di rumah), maka siswa tersebut boleh PTM kembali di hari berikutnya.

4. Jika ada anggota keluarga serumah siswa yang dinyatakan positif covid-19, maka pada saat jadwal PTM siswa tersebut akan belajar mandiri di rumah selama 5 hari. Jika siswa ybs tidak ada gejala dan hasil tes covid-19 negatif, maka siswa tersebut boleh PTM kembali di hari ke-6. 

5. Siswa yang dinyatakan positif covid-19 tidak dapat mengikuti PTM selama 2 minggu sejak positif. Namun jika setelah 10 hari siswa tidak menunjukkan ada gejala serta hasil tes negatif maka siswa dapat belajar ke sekolah pada hari ke-11 dengan menunjukkan surat keterangan hasil tes negatif resmi dari klinik/RS (antigen/pcr).

6. Jika ada guru dan/atau siswa yang terkonfirmasi positif covid-19, maka PTM kelas siswa ybs dan kelas dari saudara siswa ybs akan dihentikan selama 5 hari (termasuk Sabtu dan Minggu) dan siswa belajar secara daring. Guru dan siswa yang tidak bergejala akan PTM kembali di hari ke-6.

7. Orang tua siswa bersedia dengan biaya sendiri untuk melakukan tes covid-19 kepada putra/putri nya jika diminta/dianggap perlu oleh orang tua siswa/pihak sekolah.

8. Guru yang dinyatakan positif covid-19 tidak diperkenankan mengajar tatap muka di sekolah namun dapat tetap mengajar secara online, jika kondisi guru ybs memungkinkan.

Tidak tertutup kemungkinan jika ada guru yang positif covid-19, seluruh kelas tersebut akan belajar secara online selama 10 hari dan/atau sampai guru tersebut sehat.

Guru dapat mengajar kembali secara tatap muka setelah hari ke-11, jika tidak menunjukkan ada gejala serta hasil tes negatif  yang ditunjukkan dengan surat keterangan hasil tes resmi dari klinik/RS (antigen/pcr).

9. Bagi yang terpaksa harus bepergian keluar kota / keluar negeri: 

Demi keamanan, kenyamanan, serta keberlangsungan PTM, kami mohon seluruh warga Kingdom School menyadari tanggung jawab moral agar tetap konsisten dengan ketat menjalankan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) setiap hari terutama di akhir pekan/ketika harus bepergian karena urusan keluarga. 

Jika terpaksa harus bepergian, ketentuan wajib sebelum masuk sekolah:

- Bepergian keluar kota, menunjukkan hasil test PCR negatif.

- Bepergian keluar negeri perlu karantina (sesuai aturan yang berlaku) serta menunjukkan hasil PCR negatif.

10. Semua hasil test dapat diupload ke link berikut: https://tinyurl.com/HasilSwabSiswa  dan menginformasikan kepada HRT.

- Hasil test negatif setelah sembuh dari gejala sakit (poin no.3)

- Hasil test negatif setelah selesai isoman dari positif covid (poin no. 4 dan no. 5)

- Hasil test negatif setelah bepergian keluar kota / keluar negeri (poin no.9)

11. Kebijakan extra lessons selama siswa tidak mengikuti proses pembelajaran di sekolah akan menyesuaikan dengan kebutuhan siswa oleh guru yang bersangkutan.

12. Kebijakan ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi yang ada.

 

Back